Gejala Asam Urat yang Sering Melanda secara Mendadak

Asam urat merupakan penyakit yang biasa disebut osteoarthritis yang bisa menyebabkan persendian berwarna merah dan membengkak. Penyakit ini dapat menyerang persendian tubuh siapa saja, akan tetapi bagian jempol kaki, pergelangan kaki, dan telapak kaki yang paling sering mengalami gejala asam urat. Asam urat memang banyak diderita masyarakat di Indonesia, berikut beberapa gejala asam urat yang bisa terjadi pada diri Anda.

Asam urat memang biasa disebut penyakitnya orang tua, namun bisa saja penyakit ini dapat mempengaruhi setiap orang walaupun orang tersebut masih muda. Pria serta wanita bisa mengalami penyakit asam urat, namun lebih banyak pria yang mengalami asam urat.

Sebenarnya asam urat merupakan senyawa alami yang dapat dihasilkan tubuh dengan kadar yang wajar, namun ketika kadar asam urat tinggi dalam darah tentu itu tidak baik. Karena dapat menumpuk pada area persendian sehingga sendi mengalami bengkak. Maka dari itu sendri dapat terasa nyeri dan sakit dikarenakan sudah membengkak dan memerah.

Ciri-ciri asam urat sering dialami seseorang:

Mengalami nyeri sendi merupakan gejala asam urat awal yang bisa dideteksi dengan mudah. Gejala asam urat dialami akibat ginjal tidak bisa mengolah asam urat sesuai kadarnya, sehingga terlalu banyak yang diproduksi. Pengkristalan inilah yang menyebabkan sendi mengalami peradangan dan nyeri hebat.

Ada beberapa bagian sendi yang bisa mengalami nyeri sewaktu-waktu akibat gejala asam urat, seperti pada bagian sendi jempol kaki, pergelangan kaki, sikut, lutut, dan ibu jari. Nyeri pada bagian sendi bisa datang secara tiba-tiba, karena jika seseorang mengalami nyeri sendi berarti orang tersebut sedang mengalami gejala asam urat yang biasa terjadi saat malam hari.

Ciri-ciri sendi yang sakit akibat mengalami asam urat, bisa dilihat dari penampilan sendi yang memiliki masalah. Sendi yang memiliki masalah gejala asam urat akan membengkak dan terasa lunak apabila ditekan. Pembengkakkan terjadi akibat 2 hal yang berbeda, pertama akibat jaringan pelapis sendi sinovium membengkak dan yang kedua akibat cairan sinovial yang meningkat secara drastis. Kedua hal ini menandakan terjadinya proses peradangan aktif dimana yang terjadi didalam sendi saat darah putih terlalu banyak masuk ke sendi.

Gejala asam urat bisa juga mengakibatkan sendi bengkak dan memerah yang terasa panas. Sensasi panas yang terjadi akibat sendi mengalami proses peradangan. Proses peradangan dapat memicu sistem imun tubuh agar dapat melepaskan peptida pada jaringan lunak disekitar persendian. Zat yang mengakibatkan peradangan juga dapat menyebabkan cairan pada bagian persendian berkumpul jadi satu tempat. Sehingga hal tersebut membuat aliran darah meningkat drastis dan menghasilkan sendi yang bengkak serta memerah.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!